Uncategorized

1 Tahun Tanpa Asrama : Bukan Berpisah, Hanya Mencari Cara Bertemu yang lebih Indah

Semenjak 30 April 2014  yup setahun silam tepatnya, kami santri asrama PPSDMS Nurul Fikri akhirnya mengakhiri masa berasrama kami setelah 2 tahun berada disana. Ini adalah sebuah kenyataan yang boleh jadi nano-nano kami mengungkapkannya, suka duka campur aduk ibarat adonan roti mungkin. Suka karena bisa kembali ke kehidupan kita sebelumnya, entah yang nglaju dari rumah ataupun kehidupan menyendiri di dalam kos annya.Hehehe. Duka tentu kami rasai, karena selama 22 bulan kami berada dalam satu atap, senasib sepenampungan dan tentunya seperjuangan harus terpisah satu sama lain dan kemudian menyebar kembali ke kehidupan kita sedia kala. Oya ada pula yang susah karena harus nyari kos ataupun kontrakan baru (cuman yang ini aku gag ngerasain sih :D).

Kamilah, Laskar Nakula/PPSDMS Regional 3 Putra Batch 6

Kamilah, Laskar Nakula/PPSDMS Regional 3 Putra Batch 6

Asrama PPSDMS Nurul Fikri Regional 3 Putra

Asrama PPSDMS Nurul Fikri Regional 3 Putra

Namun kupikir disini kami bersepakat tentu semua akan sedih saling berjauhan satu sama lain secara fisik dan tak ada lagi kisah yang bias dirangkai bersama seperti sedianya saat masih diasrama. Namun apalah daya, kami sebagai penghuni asrama yang bercat orange itu kan ya hanyalah seorang peserta program pembinaan mahasiswa yang hanya numpang berproses sejenak disana. Kami sadar dan gag egois kok banyak yang berhak untuk menikmati proses yang sama seperti yang telah kami lalui selama 22 bulan itu, termasuk bagi rekan-rekan angkatan 7 yang juga sudah berada di asrama mulai tahun kemarin.

Problematika  bangsa ini terlalu kompleks untuk diselesaikan hanya oleh segelintir orang saja, sehingga sudah barang tentu perlu banyak dan masih banyak lagi kiranya para mahasiswa yang mau diajak sebagai agen perubahan di masa mendatang, begitulah kata teman-teman aktivis pergerakan. Belum lagi kalau menyoal kondisi keummatan saat ini, kita perlu bersatu dalam ukhuwah yang kuat dan terus berjuang menegakkan dien ini tak kenal henti, karena istirahat yang nyata adalah di syurgaNya kelak, begitulah kata teman-teman aktivis islam. Dan akupun bersepakat dengan kata teman-temanku itu.

Awalnya aja Udah “Berat”

Agaknya lucu dan mungkin kami senyum-senyum kalau kami mengingat kisah awal-awal kami di asrama. Masih ingat betul proses panjang yang kita lalui untuk masuk asrama mahasiswa PPSDMS Nurul Fikri ini, bukan hal yang mudah mungkin kalau menurut saya untuk masuk asrama ini. Asrama yang mungkin dalam benak saya adalah tempat para tokoh nasional kampus dan para ustadz ataupun para ilmuwan kampus ini, sedangkan kala itu saya belum apa-apa dibandingkan para senior kami. Namun nampaknya benar adanya PPSDMS Nurul Fikri memakai branding “Creates Future Leaders” bukan “Maintenance Future Leaders”. Asrama ini membuka diri pada siapapun yang ingin berubah dan ikut andil dalam proyek peradaban ini, tak terkecuali untuk aktivis kampung seperti saya atau mungkin ada yang lain yang juga merasainya. Bukan hanya para tokoh nasional kampus di kampus-kampus negeri di Indonesia. hehehe.

Sampai akhirnya kami pun bertemu untuk pertama kalinya di Orange Dorm yang megah ini…

Awal-awal bertemu mereka

Awal-awal bertemu mereka

Kupikir perjuangan awal sudah selesai, namun ternyata genderang perjuangan barulah dimulai, bagi Saya mungkin agag kagok dengan awal-awal kehidupan di asrama. Semuanya serba disiplin, harus ini dan itu hingga akhirnya kurang tidur mungkin yang menggambarkan kehidupan di awal berasrama. Mulai dari kegiatan baris berbaris, apel pagi, dan beberapa kegiatan yang harus dilakukan sebelum shubuh menjelang yang mungkin berat bagi kami yang belum terbiasa. Belum lagi soal hukuman misal kita melakukan kesalahan, bisa jadi tubuh kita sixpack karena seringnya push-up dan shit-up. Namun kami selalu berkhusnudzon terhadap semua yang berat itu, karena bagaimanapun juga kami selalu yakin (meskipun kadang juga khilaf) kalau semua itu untuk kebaikan kami.

Di proses tiga bulan pertama inilah kemudian kami menamakannya dengan masa internalisasi. Nama yang cukup berkesan bagi kami, entah kesan apa yang kita pikirkan, mungkin setiap dari kami akan berbeda mengungkapkannya..

Baris Berbaris Masa Internalisasi PPSDMS Nurul Fikri

Baris Berbaris Masa Internalisasi PPSDMS Nurul Fikri, kurang tahu saat itu ada beberapa (termasuk saya) yang ndungkluknya gebablasan, hehe

Apel Pagi

Apel Pagi di Halaman Asrama, hayo kayaknya ada yang lagi gag pake baju lengan panjang tuh.

Foto Angkatan Saat Sebelum NLC ke Jakarta

Foto Angkatan Saat Sebelum NLC ke Jakarta, Sebenarnya cuma buat X-Banner, ya biar greget kita foto di Jogja, biar Kelihatan Njogjanya gitoooh 😀

PPSDMS Angkatan 6 Seluruh Regional se-Indonesia

PPSDMS Angkatan 6 Seluruh Regional se-Indonesia dalam Acara National Leadership Camp 2012, dari Jakarta ada, Bandung ada, Jogja ada, Surabaya, dan tentunya Bogor. Rame lah acara NLC ini, maklum lah agenda nasional pertama, digelar di Kompleks UI dan Gedung Pusat

IMG_7650

Selalu merindukan momen nyanyi Mars PPSDMS Bareng-Bareng, greget abis euy 😀 Aku pribadi sih selalu semangat setiap menyanyikannya, sampe sekarang mars ini masih ada di playlist HP, kapanpun butuh semangat bisa ndengerin ini.

IMG_8061

Ini saat Latihan Gabungan Timur (LGT) Edisi 1 Bareng Sedulur Heroboyo Surabaya 😀 cuman di dalam foto teman-teman SBY gag kelihatan ya.

IMG_8576

Berlelah-lelah cuman seneng saat acara udah selesai, ini momen saat beberes acara LGT #3 di Kawasan Kaliurang

Outbond Closing Masa Internalisasi

Outbond Closing Masa Internalisasi (3 Bulan Pertama), mulailah pembuktian kita dah oke atau belum, disiplinnya terbentuk belum 😀

Semakin Hari, Semakin Menjiwai

3 Bulan berlalu tentunya sudah ada sedikit pembiasaan dari apa yang telah kita lalui di masa internalisasi di 3 bulan pertama. Namun apa iya kita udah benar-benar disiplin dan semuannya serba sesuai dengan aturan? Entahlah, mungkin dari setiap dari kami bisa menjelaskannya sendiri di benaknya masing-masing. Mulai bangun sebelum shubuh, kadang di antara kita juga masih ada yang belum terbiasa mungkin (Maklum jam tidur anak-anak biasannya pasca jam 01.00 dini hari) entah karena belajar ataupun sekedar menikmati kencengnya wifi asrama, namun banyak pula sih yang emang baru pulang dari kampus untuk ngelab ataupun ada agenda rapat, Nah untuk kawan-kawan yang militan begini aku kasih jempol dah.

Diparuh waktu beginilah sudah mulai kelihatan “kedahsyatan” dari teman-teman asrama. Mulai dari yang kemudian sepulang ke asrama saat Waktu Berkah Shubuh (alias WBS) dia cuma bilang “Doanya ya teman-teman besok saya ada konferensi ke Jepang, Thailand, Korea dst” (Gumamku, weleh ini bocah keluar negeri kok serasa maen ke rumah teman, bolak-balik dan sering dadakan) sampai yang udah berkali-kali mengoleksi piala pimnas ibaratnya kayak ngoleksi perangko kali ya. Tak cukup itu, ternyata ada juga teman yang saat lagi sarapan bareng di Warung Soto Pak Jamal, di Jalan Damai (Hayo, pada tau kan?) sama mas SPV bilang  kalau Dia barusan Juara I Lomba Essay Nasional.

Ini dia sang Juaranya baru foto bareng Bang Fadjrul Rachman (Izin posting ya kang Rajif :D)

Ini dia sang Juaranya baru foto bareng Bang Fadjrul Rachman (Izin posting ya kang Rajif :D)

Oya jangan salah kami pernah supporteran bareng-bareng saat ada kompetisi StandUp Comedy di fakultas yang terletak di barat Gedung Pusat UGM, karena ada satu diantara kita yang dibujuk ikut dan kami pun ikutan datang ke acaranya untuk mendukungnya, dan akhirnya….

Yang Juara seorang tapi berasa semuannya memenangkannya, itulah kami Laskar Nakula (StandUp Comedy Geografi 2013)

Yang Juara seorang tapi berasa semuannya memenangkannya, itulah kami Laskar Nakula (StandUp Comedy Geografi 2013)

Belum bicara soal mana yang diamanahi ini dan itu di jabatan-jabatan strategis kampusnya sampai mungkin pada suatu ketika bisa lho di dalam forum resmi kampus, perwakilan masing-masing lembaga bisa dari anak-anak asrama. Nah, yang kurasa greget juga sih kalau saat pemilihan raya mahasiswa a.k.a. Pemira, banyak kubu yang kemudian saling beradu ide diranah kampus hingga kadang tensinya kebawa di asrama jadi kadang justru asyik untuk diperbincangkan didepan TV di ruang keluarga sambil minum kopi atau saat menikmati Nasi Kuning depan Gardu PLN di pagi hari.  (FYI aja Presiden Mahasiswa nya UGM saat ini adalah anak angkatan kami juga lho). Saat itulah kita bisa saling belajar satu sama lain, apa sih resep kekerenan dan kedahsyatan anak itu, ya mulai kita kepoin lewat tanya-tanya langsung hingga kadang ada lho yang kepergok ngepoin profile fb nya teman asrama yang lainnya.

Meski sesekali diantara kami ada yang malas-malasan saat agenda, tidur saat Waktu Berkah Shubuh, nyakit saat Taekwondo dihari sabtu tapi kembali lagi sepertinya kami bersepakat kalau memang semakin hari kita semakin menjiwai apa yang ada di dalam asrama yang katanya asrama peradaban ini, menjiwai kebersamaannya, menjiwai apa yang diperjuangkan bersama, insya Allah 😀 Karena jika belajar dan berikhtiar itu adalah ibadah maka berprestasi adalah dakwah ^_^

Selalu ada saat-saat kita berkumpul di ruang bawah, apalagi kalau ada bel dan ada bunyi bunyi piring :D hehehehe

Selalu ada saat-saat kita berkumpul di ruang bawah, apalagi kalau ada bel dan ada bunyi bunyi piring 😀 hehehehe

DSC06806

Rangkaian agenda LGT #3, saat puncak acara di Pantai Parangtritis Bantul

Masih ingat betul baru pulang KKN baru istirahat dirumah, eh disuruh mendadak ke asrama, taunya kita ngerayain bersama ulang tahun saya dan beberapa teman yang lahir di bulan Agustus. Pokoknya selalu ada kebersamaan dan perhatian di waktu-waktu bahagia.

Sesibuk apapun agenda kita, rasa-rasanya selalu ada yang hilang jika kita melewatkan agenda yang namanya KIK (Bukan Kartu Identitas Kendaraan lho ya)

Sesibuk apapun agenda kita, rasa-rasanya selalu ada yang hilang jika kita melewatkan agenda yang namanya KIK (Bukan Kartu Identitas Kendaraan lho ya)

Akhirnya : Serius, 22 Bulan Cepet Banget Meeen 😀

Sampai pada suatu ketika kita terhenyak pada suatu masa dimana kita akan meninggalkan asrama yang telah menjadi tempat bernaung kita selama 22 bulan ini. Yup, saat itu aku mulai sadar sejak mulai ada informasi bahwa Latihan Gabungan sesi terakhir akan diselenggarakan di Surabaya (Meskipun Latgab kali ini saya mengikuti di kawasan Barat, karena ada suatu hal jadi izin itung-itung nyari suasana baru, hehehe.). Sebelum Latgab terakhir beberapa kisah pun terukir mulai dari kesibukan bersama susah payah mengadakan acara pamungkas kita yang bertajuk Leadership Talk. Di saat sisa-sisa tenaga kami mungkin akan habis, namun karena kita bersama segala persiapan hingga acara berakhir berjalan dengan baik meski ada tindakan tragis yakni “hampir” kehilangan motor saat beberes di malam harinya sebelum acara LT esok harinya. Serius kala itu kami semua panik dan hampir lemes alias kehabisan nyawa atau game over. Tau sendiri, kami lagi sibuk dan pusing mempersiapkan persembahan terakhir kami untuk masyarakat eh malah ada yang kehilangan motor. Namun kesedihan itu semua berubah (bukan karena negara api menyerang) tapi karena ternyata ada motor yang hingga larut malam tertinggal di parkiran dan ternyata itu motor orang yang oleh salah satu dari kami ketuker ngambilnya saat ada keperluan di fakultas lain. Dan dilacak akhirnya ketemu juga motornya dan motornya akhirnya ditukar lagi. Hingga sampailah kami pada Latgab terakhir kami di angkatan 6 ini, latgab yang memang seolah di setting bener-bener ukhuwahnya dapet banget. Mulai dari latgab timur yang mengusung tema Dulur Saklawase dan Latgab Barat yang mengangkat tema Sauyunan Salawasna.

Kalau direnungi kembali 22 bulan seolah berjalan begitu cepat, seolah baru kemarin kita bersama kenal dan saling mendalami di forum deep intruduction, seolah baru kemarin kita bersama naik bus pulang pergi ke Jakarta untuk NLC kali pertama kita, seolah baru kemarin kita pusing bersama ngisi progress report leadership project kita, seolah baru kemarin kita dipersaudarakan dalam muakhoh yang insya Allah sampe sekarang masih saling bertaut, seolah baru kemarin kita belajar tahsin dan hafalan bersama setiap Rabu dan Jumatnya, seolah baru kemarin kita terkantuk-kantuk berjuang mengikuti hingga akhir Kajian Islam Pekanan di setiap malam selasanya, seolah baru kemarin kita push up 25 kali disetiap pagi menjelang tae kwon do dan mungkin seolah baru kemarin kita menyadari bahwa kita ternyata punya mimpi yang sama untuk membangun ummat dan bangsa ini.

Event Terbesar yang kita persiapkan dan kita eksekusi bersama satu regional, inilah Leadership Talk

Event Terbesar yang kita persiapkan dan kita eksekusi bersama satu regional, inilah Leadership Talk

Pembicara dalam LT Jogjakarta, mungkin komposisinya baru fix beberapa waktu sebelum hari H. seingatku begitu.

Pembicara dalam LT Jogjakarta, mungkin komposisinya baru fix beberapa waktu sebelum hari H. seingatku begitu.

DSC07309

Bolehlah sesekali narsis selepas usung-usung kursi dan meja untuk acara LT

Seingetku sih ini habis Apel Pagi edisi terakhir, dari selfie sampai foto beginian. Udah gag ada lagi push up hukuman :D

Seingetku sih ini habis Apel Pagi edisi terakhir, dari selfie sampai foto beginian. Udah gag ada lagi push up hukuman 😀

Ohya belum saya kenalkan, jadi untuk regional Jakarta dan Jogjakarta, kami ada asrama putri juga selain ada asrama putra, dan inilah kami Keluarga Besar Nakula Enam dan Srikandi Enam (Nanem Srinem) PPSDMS NF Regional 3 Jogjakarta :D

Ohya belum saya kenalkan, jadi untuk regional Jakarta dan Jogjakarta, kami ada asrama putri juga selain ada asrama putra, dan inilah kami Keluarga Besar Nakula Enam dan Srikandi Enam (Nanem Srinem) PPSDMS NF Regional 3 Jogjakarta 😀

Namun waktu adalah waktu yang terus melesat dalam busur iradahNya, ia tak kan pernah bisa kembali ke masa yang lalu, perpisahan selalu saja menjadi hal yang ditakutkan dalam setiap pertemuan, namun inilah hidup kawan, tenanglah dan ingatlah dengan janji kita bersama pada diri kita masing-masing, bukankah kita akan kembali bersua di lain waktu, bukankah kita punya janji untuk sekedar duduk bersama di meja kesuksesan-kesuksesan kita bersama kelak, bukankah kita punya mimpi untuk bersua kembali dalam agenda besar untuk kemashalahatan ummat dan tentunya untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, serta kebaikan dari Allah pencipta alam semesta. Tetap tenanglah kawan, ini bukanlah soal berpisah, kita hanya mencari cara bertemu yang lebih Indah, entah saat masih di dunia ataupun insya Allah saat di syurgaNya kelak. Allohumma Amin.

DSC07002

Foto bersama Keluarga Nanem-Srinem di rumah saya akhir Februari lalu, terimakasih teman-teman kunjungannya 😀

Dan ini adalah Buku Album Foto dan Catatan spesial dari Keluarga PPSDMS Jogja yang hingga kini masih kubawa kemana-mana, hehe :D Buat yang udah ikut nulis n buat album ini makasih banyak ya, smg diberikan keberkahan untuk semuanya

Dan ini adalah Cover  Album Foto dan Catatan spesial dari Keluarga PPSDMS Jogja yang hingga kini masih kubawa kemana-mana,
Buat teman-teman yang udah ikut nulis n buat pihak-pihak yang udah mengikhtiarkan pengiriman album ini makasih banyak ya, smg diberikan keberkahan untuk semuanya 😀 gag nyangka di H-0 Pemberangkatan akhirnya sampai juga di tangan,

Nowon-gu, Seoul, 30 April 2015 Jam 04.02 KST (Menjelang Shubuh)

Teman asramamu, yang selalu merinduimu 😀

Phisca Aditya Rosyady

Advertisements
Standard

One thought on “1 Tahun Tanpa Asrama : Bukan Berpisah, Hanya Mencari Cara Bertemu yang lebih Indah

  1. Pingback: Kenapa (harus) Rumah Kepemimpinan? | TERUS BERDERAP !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s