Uncategorized

Eksistensi Semangat Kartini : ” Habis Terbit Terang, Jangan Kembali Gelap”

“Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami dengan harapan yang sangat supaya disediakan pelajaran dan pendidikan, karena inilah yang akan membawa bahagia baginya.”

~ Surat Kartini kepada Nyonya Van Kool ~

Kartini

R.A Kartini

  Pada suatu ketika, Kartini pernah diberi kado Kitab Al Quran berbahasa Jawa oleh Kyai Saleh Darat pada masa remajanya. Kemudian beliau mengkaji ayat demi ayat dalam Al Quran. Ketika itu, beliau sangat tertegun dengan salah satu ayat dalam Surat Al Baqarah : 257 yang artinya :

” Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni nereka; mereka kekal di dalamnya

Ayat inilah yang menginspirasi Kartini untuk mengubah kehidupan para wanita dari keterbelakangan menuju kehidupan yang disinari cahaya Ilahi. Sehingga dalam banyak surat yang dikirimkan untuk para sahabat penanya, Kartini sering menulis dengan kata kata door duisternis tot licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Raden Ajeng Kartini memperjuangkan emansipasi wanita di ranah, karena dahulu wanita hanya identik dengan kegiatan “masak” “macak” “manak” atau sering disebut dengan “konco wingking”. Namun seiring berkembangnya waktu, sayang manusia era ini lebih memilih trend penyalahgunaan istilah emansipasi wanita tersebut. Mereka begitu getol memamerkan wanita di depan publik, dipertontonkan di depan umum dengan kegiatan yang sengaja diada-adakan dengan dalih “wanita harus berani tampil” “wanita juga bisa” “wanita sama dengan pria” dan masih banyak dalih-dalih lainnya. Bagaimanapun, sudah menjadi fitrahnya wanita untuk dilindungi, bukan untuk menjadi konsumsi publik. Wanita hanya bisa disamakan dengan pria dalam hal ibadah, mengagungkan nama Allah, menegakkan perintahNya, memperjuangkan din kebenaran.Menjadi sebuah keharusan sebagai generasi muda untuk melanjutkan perjuangan R.A. Kartini. Memperjuangkan hak-hak wanita dan yang juga penting adalah selalu menjunjung tinggi martabat dan kehormatan wanita. Jangan sampai justru kontraproduktif dengan apa yang sudah diperjuangkan beliau. Menjaga martabat diri sebagai sejatinya seorang wanita, bukan justru berbuat kebalikannya.

Mari dengan momentum hari Kartini ini kita kembali menginstropeksi diri. Apakah kita, khususnya teman-teman wanita sudah melanjutkan ekpektasi dan mimpi besar seorang Kartini ? Atau kita justru mengkhianati perjuangan beliau dengan hal-hal yang justru merendahkan diri dengan mengatasnamakan emansipasi. Kondisi habis terang saat ini jangan sampai kembali ke masa kegelapan. Itulah semangat untuk para kartini dimasa ini.

” Habis Terbit Terang, Jangan Kembali Gelap”

Teruslah menjadi inspirasi, duhai kartini-kartini negeri ini.

Advertisements
Standard

2 thoughts on “Eksistensi Semangat Kartini : ” Habis Terbit Terang, Jangan Kembali Gelap”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s