Uncategorized

Ta’awun Untuk Negeri

48382103_584992878622008_1364779901877485568_n

Berseragam UAD, Berjaket IMM

Sejak kecil Saya sering ikut Ibu pertemuan ranting ‘Aisyiyah. Hal yang paling berkesan adalah disetiap pertemuan ranting pasti kita menyanyikan mars Aisyiyah sambil berdiri. Saya pun hafal setiap baris liriknya. Mars yg bagi Saya paling menggelorakan dan memang dinyanyikan dengan penuh semangat, meskipun yg hadir para Ibu-ibu. “Mari beramal dan berdharma bakti membangun negara, mencipta masyarakat Islam sejati penuh karunia”, begitulah liriknya. Dari sinilah Saya yg masih balita itu sudah “didoktrin” mengenal Muhammadiyah. Continue reading

Advertisements
Standard
Uncategorized

Mu’allimin, Mbah Kakung, dan Buya Syafi’i

muin

Para Alumni Madrasah Mu’allimin, Mbah Zamroni (paling kiri) dan Buya Syafi’i (paling kanan)

Dua pekan lalu nampaknya menjadi hari-harinya para alumni dan santri Madrasah Mu’alimmin Mu’allimat Muhammadiyah, sekolah kader pemimpin bangsa di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang didirikan langsung oleh Mbah KHA Dahlan pada tahun 1918 silam. Bertebaran ucapan selamat, cuitan testimoni, hingga frame foto profil yang bertemakan dengan Seabad Madrasah Mu’alimmin Mu’allimat Muhammadiyah di timeline facebook Saya. Beberapa waktu lalu warga Muhammadiyah baru saja digelorakan dengan semangat #TaawunUntukNegeri dalam rangka Milad 106-nya. Bulan ini saatnya Seabad Madrasah Mu’alimmin Mu’allimat Muhammadiyah. Baiklah, Saya (sebagai mantan calon santri ) pun turut mengucapkan Selamat atas Seabad Muin-Muat!

Continue reading

Standard